Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, tengah gencar melakukan penataan kawasan titik nol Kota Singaraja dengan mengusung nuansa heritage yang kental. Langkah revitalisasi ini sengaja dilakukan oleh pemerintah daerah setempat untuk menghidupkan kembali jejak sejarah emas Singaraja yang pernah berjaya sebagai ibu kota Provinsi Sunda Kecil pada era kolonial terdahulu.
// RELATED STORIES
Berdasarkan pantauan redaksi, perubahan signifikan pada estetika kota mulai terlihat jelas setelah sebanyak 75 lampu trotoar di kawasan titik nol tersebut dinyalakan pada Selasa malam. Dari pengamatan tim redaksi di lapangan, uji coba sistem penerangan ini berjalan lancar sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum kawasan bersejarah ini dibuka secara resmi untuk umum pada tanggal 29 Juli 2026 mendatang.
Menurut Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, proyek revitalisasi Titik Nol Singaraja tidak hanya berfokus pada penataan fisik semata, melainkan juga berupaya mengembalikan karakter kuat dari kawasan bersejarah di pusat kota. Saat ini, progres pengerjaan fisik kawasan tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen dan dirancang menjadi ruang publik terintegrasi yang terhubung langsung dengan sejumlah situs peninggalan sejarah penting termasuk kawasan puri.
Dalam keterangannya pada Rabu, I Nyoman Sutjidra menjelaskan bahwa area sekitar pusat pemerintahan akan dialihfungsikan demi mendukung kenyamanan publik. "Kawasan ini nanti akan menjadi kawasan heritage. Kantor bupati dan rumah jabatan kami kembalikan seperti sedia kala, halaman dibuka untuk ruang terbuka hijau ramah anak, sekaligus mendukung city tour Singaraja," ujar Sutjidra saat memberikan penjelasan di Buleleng.
Menurut rencana lanjutan dari Pemkab Buleleng, penataan ruang terbuka ini akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti kursi taman dan pohon tabebuya. Sutjidra menambahkan, "Tahun depan, rencana penataan akan kami perluas secara masif. Mulai dari area Puri, Pasar Buleleng, hingga ke barat sampai ke Setra Buleleng. Sisi utara dekat Taman Kota juga akan kita tata total."
Demi menjamin faktor keamanan pasca-pembukaan nanti, pemerintah daerah telah mengantisipasi berbagai potensi gangguan dengan menyiapkan fasilitas kamera pengawas atau CCTV di titik-titik strategis. Selain itu, berdasarkan rencana tata ruang, pemerintah juga akan memasang speed trap di beberapa lajur jalan untuk mencegah aksi balap liar, serta menyediakan kantong parkir resmi di Kantor Bapenda Buleleng, Gedung Laksmi Graha, dan area Kantor Bupati Buleleng.