Aridec Terfrain Aridec Terfrain
/home / seni / Sineas Khawatir Masa Depan Karya...
SENI

Sineas Khawatir Masa Depan Karya Film Hanya Tersedia Format Digital

by Maya Kartika Dewi ⎯ 2 min read ⎯ 25 Juni 2026
Ilustrasi tumpukan media fisik DVD dan logo platform streaming digital industri film

Ilustrasi tumpukan media fisik DVD dan logo platform streaming digital industri film

Kekhawatiran besar kini melanda para pembuat film global terkait masa depan karya mereka yang hanya tersedia dalam format digital. Menurut laporan terbaru, salah satu pencipta komedi HBO terpopuler "Hacks", Lucia Aniello, menyatakan kecemasannya mengenai bagaimana akuisisi platform oleh Paramount dapat memengaruhi keberadaan serial tersebut. Ia menekankan bahwa saat ini merupakan momen krusial bagi masyarakat untuk kembali berinvestasi pada media fisik karena konten digital dapat dihapus kapan saja oleh kebijakan eksekutif maupun algoritma.

Berdasarkan pantauan redaksi, industri film memang sedang mengalami penurunan drastis dalam penjualan media fisik selama dua dekade terakhir. Data menunjukkan bahwa penjualan DVD di Amerika Serikat yang sempat mencapai puncak senilai 16 miliar dolar pada tahun 2005, merosot tajam menjadi hanya 754 juta dolar pada tahun 2023. Tren penurunan ini diperparah dengan langkah Netflix yang menghentikan layanan penyewaan DVD, serta keputusan retail besar seperti Best Buy untuk tidak lagi menjual rilisan fisik film dan serial televisi.

Kondisi ini kian memprihatinkan setelah Disney dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap seluruh tim hiburan rumah mereka demi memotong biaya operasional. CEO Disney, Josh D'Amaro, menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk merampingkan operasi perusahaan dan mengalihkan fokus sepenuhnya pada layanan streaming Disney+. Sementara itu, raksasa streaming lainnya seperti Netflix juga hampir tidak pernah merilis versi fisik dari produksi orisinal mereka, sehingga nasib pelestarian film kini bergantung pada distributor khusus seperti Criterion, Vinegar Syndrome, dan Kino Lorber.

Dari pengamatan tim redaksi, model bisnis "membeli" film digital di platform seperti Amazon Prime Video sebenarnya sangat berbeda dengan kepemilikan fisik. Pengguna platform digital sejatinya hanya membayar untuk lisensi terbatas yang non-eksklusif dan dapat dibatalkan sewaktu-waktu. Jika platform kehilangan hak siar atas judul tersebut, maka konsumen otomatis akan kehilangan akses menonton, sebuah risiko nyata yang tidak ditemukan pada kepemilikan cakram Blu-Ray atau DVD.

Selain masalah lisensi, penghapusan konten secara sepihak oleh penyedia layanan streaming demi menghemat biaya residual juga menjadi ancaman eksistensial bagi film yang tidak memiliki salinan fisik. Sejarah sinema membuktikan bahwa media fisik seperti pita seluloid telah menyelamatkan banyak karya masterpiece yang sempat hilang atau disensor saat pertama kali dirilis, seperti film "Within Our Gates" (1919) karya Oscar Micheaux. Tanpa adanya pengarsipan dalam bentuk fisik, karya-karya visioner yang ada di era digital saat ini terancam lenyap selamanya jika platform streaming memutuskan untuk menghapusnya dari server mereka.

// TOPICS
#film #streaming #media_fisik #bioskop #teknologi #hiburan
Jurnalis Budaya & Seni Kontemporer

Maya Kartika Dewi telah menjelajahi dunia seni selama lebih dari satu dekade. Dari galeri bawah tanah di Berlin hingga festival seni jalanan di Yogyakarta, ia menulis tentang seni sebagai bahasa universal yang menyatukan perbedaan. Kecintaannya pada seni rupa kontemporer dan teater eksperimental membuat tulisannya selalu segar dan penuh perspektif baru. Maya percaya bahwa setiap karya seni punya cerita yang layak didengar.