Menjadi seorang penulis lagu yang berkembang di bawah bayang-bayang dua raksasa musik dunia tentu bukan perkara mudah. Berdasarkan catatan sejarah perjalanan karier musisi legendaris, tantangan berat inilah yang harus dihadapi oleh George Harrison selama waktunya bersama grup musik The Beatles, di mana ia sering kali harus berjuang keras hanya untuk memasukkan satu atau dua lagu saja ke dalam setiap album baru mereka.
// RELATED STORIES
Bukan hanya karena usianya yang lebih muda dan berada di luar inti kemitraan utama band, namun tidak seperti John Lennon dan Paul McCartney, George Harrison juga tidak memiliki rekan kreatif tetap untuk berkolaborasi atau bertukar pikiran. Menurut pengamatan mendalam dari sang produser, George Martin, proses penulisan lagu dirasa sangat menyakitkan bagi sang gitaris karena ia harus bekerja sendirian tanpa adanya dukungan penuh dari rekan-rekannya yang sudah menjadi duo kolaboratif yang sangat solid.
Selain itu, George Harrison kerap dianggap sebagai adik kecil dalam kelompok tersebut dan dijuluki sebagai "Quiet Beatle". Dari pantauan redaksi terhadap industri musik era 1960-an, fokus utama produser dan label rekaman saat itu adalah meraup keuntungan dari kemitraan Lennon-McCartney yang terus-menerus memproduksi lagu hit, yang berarti kontrak rekaman yang lebih besar bagi mereka.
Menurut penuturan rendah hati dari George Harrison sendiri, kedua rekannya tersebut telah memiliki banyak latihan menulis sejak masih di bangku sekolah sehingga sebagian besar lagu buruk mereka sudah selesai sebelum memasuki studio rekaman. Sebaliknya, ia harus memulai dari nol untuk menciptakan karya yang memiliki kualitas setara agar layak bersanding dengan deretan lagu hit milik The Beatles.
Berdasarkan lini masa peluncuran album mereka, lagu pertama karya George Harrison yang berhasil masuk ke dalam rekaman band adalah "Don't Bother Me" dalam album kedua bertajuk With The Beatles yang dirilis pada tahun 1963. Namun, dari pengamatan tim redaksi, ia sempat absen menyumbang lagu pada album ketiga dan baru kembali memunculkan dua karyanya pada album kelima mereka yang berjudul Help!.
Menjelang akhir dekade 1960-an, dari pantauan redaksi, sang musisi sebenarnya telah mengumpulkan tumpukan materi lagu unreleased yang sangat kuat, termasuk "All Things Must Pass" dan "Isn't It A Pity" yang rutin diabaikan oleh John Lennon dan Paul McCartney. Ketegangan internal ini sempat memuncak saat penggarapan The White Album, yang memaksa George Harrison membawa sahabatnya, Eric Clapton, ke studio untuk mengisi bagian gitar pada salah satu karya masterpieces miliknya, "While My Guitar Gently Weeps".
Menurut pengakuan John Lennon dalam sebuah wawancara di kemudian hari, George Harrison pada awalnya direkrut murni sebagai gitaris dan belum berada di level yang sama dalam hal penulisan lagu. Kendati demikian, hasil observasi menunjukkan bahwa hingga akhir masa kejayaan grup asal Liverpool tersebut, George Harrison sukses menulis total 25 lagu untuk The Beatles, termasuk tiga lagu yang dikreditkan bersama seluruh anggota band, yaitu "Flying", "Dig It", dan "Maggie Mae".