Nina Simone pernah melontarkan kritik tajam terhadap grup band legendaris asal Inggris, The Beatles, dalam sebuah wawancara pada tahun 1968. Menurut musisi legendaris tersebut, band yang digawangi oleh John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr itu tidak memiliki talenta yang luar biasa, melainkan hanya sangat beruntung karena muncul di momen yang tepat.
// RELATED STORIES
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, pandangan Simone ini didasari oleh realitas sosial yang kontras antara apa yang dialami The Beatles dengan perjuangannya sendiri. Di saat personel The Beatles menikmati eksperimen musik psikedelik, Nina Simone sedang berada di garis depan gerakan hak-hak sipil (civil rights movement) di Amerika Serikat, sebuah perjuangan hidup dan mati yang jauh lebih keras.
Dari pantauan redaksi, kritik Simone menyoroti hak istimewa (privilege) yang dimiliki oleh musisi kulit putih di era 1960-an. Sebagai seorang perempuan kulit hitam, Simone sadar betul bahwa kesempatan untuk mengeksplorasi arah bermusik secara bebas seperti yang dilakukan The Beatles tidak tersedia bagi musisi dari kalangan minoritas.
Meskipun Simone sempat menyanyikan ulang lagu "Here Comes the Sun" milik The Beatles pada tahun 1971, pandangannya mengenai keberuntungan band tersebut tidak berubah. Menurut penuturannya dalam wawancara bersejarah tersebut, perhatian industri dan publik yang terfokus secara masif telah memberikan ruang bagi The Beatles untuk berkembang ke arah mana pun yang mereka inginkan.
Banyak kritikus menilai bahwa situasi industri musik pada era tersebut memang dikondisikan sedemikian rupa sehingga menguntungkan band-band kulit putih. Oleh karena itu, apa yang disampaikan oleh Simone bukan sekadar kecemburuan seni, melainkan sebuah analisis tajam mengenai ketimpangan sosial dan keberuntungan struktural yang menyertai kesuksesan fenomenal The Beatles di panggung dunia.