Aridec Terfrain Aridec Terfrain
/home / berita / Panduan Lengkap Enam Subgenre Musik...
BERITA

Panduan Lengkap Enam Subgenre Musik Rock Sepanjang Masa

by Tim Redaksi Aridec Terfrain ⎯ 3 min read ⎯ 21 Juni 2026
Panduan enam subgenre musik rock dari masa ke masa

Panduan enam subgenre musik rock dari masa ke masa

Kata rock sudah begitu melekat dalam kosakata musik modern hingga esensinya kini mencakup hampir setiap gaya yang ada. Ketika Elvis Presley mulai menjadi nama besar dalam dunia rock "n" roll, manajernya sangat ingin membawanya ke Hollywood karena mengira genre ini tidak memiliki umur panjang. Dalam pikirannya, musik tersebut hanyalah sebuah fase sementara. Menurut pengamatan tim redaksi saat ini, pemikiran tersebut terdengar menggelikan mengingat rock telah menjelma menjadi salah satu genre terbesar di dunia dan melahirkan berbagai subgenre yang bervariasi.

Berdasarkan catatan sejarah, ada beberapa genre berbeda yang berkontribusi terhadap penciptaan rock "n" roll, dengan dua gaya paling menonjol adalah R&B dan American blues. Musik ini sangat energik dan menempatkan gitar sebagai instrumen utama. Chuck Berry sering disebut sebagai rock "n" roller sejati pertama, tetapi ada juga yang menyatakan bahwa lagu "Rocket 88" milik Jackie Brenston yang direkam pada tahun 1951 merupakan iterasi pertama dari genre ini. Meski banyak musisi membantu mengembangkan genre tersebut, Elvis Presley yang berhasil membuatnya sukses secara komersial hingga bergema ke seluruh dunia.

Dari pantauan redaksi, perkembangan musik ini berlanjut melalui gelombang British Invasion di Britania Raya ketika para musisi Amerika mulai memudar dari industri. Salah satu band paling penting dalam periode ini adalah The Kinks melalui lagu "You Really Got Me". Akord A yang dimainkan dalam lagu tersebut dinilai sangat krusial karena distorsi dan fuz yang dihasilkan esensinya mendasari permainan gitar dalam genre rock. Steve Van Zandt dari E Street Band mengenang bagaimana rekaman tersebut terdengar sangat radikal dan benar-benar baru di radio Top 30 pada masanya.

Subgenre berikutnya yang muncul adalah psychedelic rock pada akhir tahun 1960-an. Benih-benih seni eksperimental ini ditanam oleh band-band seperti The Beatles melalui album "Sgt Pepper’s Lonely Hearts Club Band", serta didukung oleh kelompok musik seperti Love, The Pretty Things, dan The 13th Floor Elevators. Namun, gaya ini sempat menuai kritik dari musisi legendaris Jimi Hendrix. "Di sini ada satu hal yang saya benci, ketika orang-orang berkata, lihat band itu, mereka bermain musik psychedelic! Yang mereka lakukan hanyalah menyalakan lampu kilat dan memainkan Johnny B Goode dengan akord yang salah. Itu mengerikan," ujar Jimi Hendrix saat itu.

Selanjutnya, progressive rock atau prog rock hadir sebagai genre yang sering kali sulit didefinisikan. Mengenai hal ini, Frank Zappa memberikan pandangannya bahwa prog rock pada dasarnya adalah musik rock mainstream tetapi disuntikkan sesuatu yang tidak biasa di dalamnya. "Progressive rock adalah segala sesuatu yang tidak terdengar seperti rock biasa. Rock biasa adalah segala sesuatu yang terdengar seperti dirinya sendiri. Semua lagu yang terdengar sama, semua yang ada di MTV, semua yang ada di radio, itulah rock. Progressive rock adalah materi yang tidak terdengar seperti itu," tutur Frank Zappa.

Sementara itu, heavy metal lahir dari keputusasaan kelas pekerja di Inggris pasca-perang melalui pelopornya, Black Sabbath. Ozzy Osbourne mengaku awalnya terinspirasi oleh The Beatles sebelum akhirnya menciptakan musik yang jauh berbeda. Akibat kecelakaan kerja yang dialami sang gitaris Tony Iommi, ia harus melonggarkan senar gitarnya untuk bisa bermain, yang tanpa sengaja menghasilkan suara gitar jauh lebih dalam dan berat. Ditambah dengan lirik mistis serta kecemasan sosial dari Geezer Butler, terciptalah musik bernuansa gelap dan agresif yang melahirkan basis penggemar masif di seluruh dunia.

Terakhir, istilah classic rock digunakan untuk mendeskripsikan musik rock masa lalu yang tidak terlalu rumit. Berdasarkan pengamatan para kritikus, subgenre ini mengacu pada musik yang lebih mengingatkan pada aksi-aksi mainstream tahun 1960-an dan 1970-an seperti The Kinks dan kontemporernya. Para pendengar yang mulai jenuh dengan aransemen yang terlalu rumit sering kali kembali ke classic rock karena merindukan suara asli musik rock yang tanpa banyak tambahan hiasan teknis.

// TOPICS
#musik_rock #sejarah_musik #rock_n_roll #heavy_metal #prog_rock #the_beatles #black_sabbath
Pemantau Berita & Tren 24/7

Redaksi Aridec Terfrain terdiri dari tim jurnalis dan editor yang berdedikasi menyajikan berita akurat dan terkini. Dengan latar belakang di berbagai bidang—dari seni, travel, hingga berita umum—kami bekerja tanpa lelah untuk menyaring informasi dan menyajikannya dalam format yang mudah dipahami. Kami percaya bahwa informasi berkualitas adalah hak setiap orang, dan itu adalah misi kami untuk menyediakannya.