Aridec Terfrain Aridec Terfrain
/home / berita / Kagumi Rival, Rod Stewart Ungkap...
BERITA

Kagumi Rival, Rod Stewart Ungkap Keinginan Gabung The Rolling Stones

by Tim Redaksi Aridec Terfrain ⎯ 2 min read ⎯ 23 Juni 2026
Rod Stewart mantan vokalis The Faces mengungkapkan kekaguman dan keinginan bergabung dengan The Rolling Stones

Rod Stewart mantan vokalis The Faces mengungkapkan kekaguman dan keinginan bergabung dengan The Rolling Stones

Dunia musik rock era 1970-an selalu dipenuhi dengan persaingan sengit antarkelompok musik besar, namun hal tersebut tidak menghalangi rasa kagum antarmusisi. Mantan vokalis The Faces, Rod Stewart, baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan mengenai band rival yang sangat ingin ia pimpin sebagai vokalis utama. Berdasarkan wawancara terbaru, musisi legendaris ini menunjuk rival beratnya sendiri, The Rolling Stones, sebagai band impian tempat ia ingin bernaung.

Dari pantauan redaksi, hubungan antara anggota The Faces sendiri sebenarnya kerap diwarnai perbedaan pandangan, terutama mengenai popularitas. Frederick Lane, atau yang akrab disapa Ronnie Lane, dikenal sangat membenci kehidupan di bawah sorotan lampu panggung. Menurut pengamatan tim redaksi, Lane merasa bahwa popularitas justru menjadi penghambat kreativitas sebuah band dalam melahirkan karya-karya murni.

Dalam sebuah pernyataan masa lalu, Lane sempat melontarkan kritik tajam mengenai ilusi ketenaran yang menjangkiti rekan-rekan sejawatnya. "Sejauh yang saya pedulikan, jika setengah dari mereka tidak pernah menjadi bintang, mereka akan melakukan sesuatu yang lebih baik; popularitaslah yang telah merusak mereka," ujar Lane. Ia juga menambahkan bahwa para musisi dewasa seharusnya menyadari bahwa glamornya dunia bintang hanyalah konsumsi majalah remaja semata.

Perbedaan prinsip ini terlihat jelas karena di sisi lain, Rod Stewart justru merasa ditakdirkan untuk menjadi pusat perhatian. Ambisi besar Stewart sebagai solois pada akhirnya memicu keretakan di dalam tubuh The Faces. Ketika album solonya melonjak ke peringkat pertama di tangga lagu Amerika Serikat dan Inggris melalui hit legendaris "Maggie May", Stewart menyadari bahwa masa depan bandnya mulai terhitung mundur.

Kondisi tersebut diakui Stewart sempat meninggalkan luka emosional bagi rekan-rekan satu bandnya, termasuk Ian McLagan. Menurut Stewart, rekan-rekannya merasa terluka karena mereka baru saja lepas dari bayang-bayang Steve Marriott yang egois, namun harus menghadapi situasi serupa. "Itu sangat memilukan bagi saya," kenang Stewart saat merefleksikan masa-masa transisi menuju karier solonya yang gemilang.

Kendati sukses menjelajahi berbagai genre musik mulai dari R&B hingga soul selama beberapa dekade, Stewart rupanya masih menyimpan satu impian yang belum terwujud. Ketika ditanya mengenai band mana yang paling ingin ia pimpin, ia tanpa ragu menyebut nama band bentukan Mick Jagger dan kawan-kawan. "Saya ingin sekali memimpin The Stones, Anda tahu, karena mereka adalah band London dan kami semua mencintai mereka," ungkap Stewart.

Meskipun media sering membandingkan dan membenturkan kedua band tersebut sebagai rival, Stewart menegaskan bahwa The Rolling Stones memberikan pengaruh yang sangat masif bagi performa panggung The Faces. Berdasarkan penuturannya, album langsung "Get Yer Ya-Ya's Out" milik The Rolling Stones menjadi acuan utama mereka setiap kali tampil. "Itu adalah pengaruh besar bagi kami ketika kami biasa naik ke atas panggung. Jadi, pastinya The Stones," tutupnya.

// TOPICS
#rod_stewart #the_faces #the_rolling_stones #ronnie_lane #musik_rock #karier_solo #sejarah_musik
Pemantau Berita & Tren 24/7

Redaksi Aridec Terfrain terdiri dari tim jurnalis dan editor yang berdedikasi menyajikan berita akurat dan terkini. Dengan latar belakang di berbagai bidang—dari seni, travel, hingga berita umum—kami bekerja tanpa lelah untuk menyaring informasi dan menyajikannya dalam format yang mudah dipahami. Kami percaya bahwa informasi berkualitas adalah hak setiap orang, dan itu adalah misi kami untuk menyediakannya.