Aridec Terfrain Aridec Terfrain
/home / seni / Lonjakan Film Horor Hollywood:...
SENI

Lonjakan Film Horor Hollywood: Kebangkitan Kreator YouTube

by Tim Redaksi Aridec Terfrain ⎯ 3 min read ⎯ 07 Juni 2026
Ilustrasi bioskop yang menayangkan film horor populer Backrooms dan Obsession

Ilustrasi bioskop yang menayangkan film horor populer Backrooms dan Obsession

Industri perfilman Hollywood mengejutkan banyak pihak setelah film horor surealis "Backrooms" garapan Kane Parsons berhasil memulai debutnya di peringkat pertama box office dengan pendapatan mencapai 81 juta dolar AS. Berdasarkan pantauan redaksi, posisi kedua ditempati oleh film horor "Obsession" karya Curry Barker yang meraup 26 juta dolar AS, sementara spin-off terbaru Star Wars, "The Mandalorian and Grogu", justru terpuruk di posisi ketiga dengan raihan 25 juta dolar AS.

Menurut data finansial yang dihimpun, fenomena ini menjadi sangat menarik mengingat Kane Parsons dan Curry Barker merupakan mantan kreator konten YouTube yang masih berusia awal 20-an. Dari pengamatan tim redaksi, anggaran produksi film mereka hanya sebagian kecil dari proyek masif Star Wars; "Backrooms" dibuat dengan biaya 10 juta dolar AS, "Obsession" kurang dari 1 juta dolar AS, sedangkan "The Mandalorian and Grogu" menghabiskan dana fantastis sebesar 165 juta dolar AS.

Lebih luar biasa lagi, penjualan tiket "Obsession" melonjak hingga 53 persen pada pekan keduanya, sebuah tren yang sangat langka di bioskop. Sebaliknya, "The Mandalorian and Grogu" justru merosot tajam sebanyak 69 persen, mencatatkan penurunan terbesar dalam sejarah waralaba Star Wars meskipun film tersebut telah ditayangkan di jaringan bioskop IMAX yang memiliki tarif tiket lebih mahal.

Keberhasilan dua sineas muda ini memicu perdebatan sengit mengenai masa depan Hollywood. Beberapa pengamat menilai fenomena ini sebagai tanda "kematian" sekolah film konvensional karena studio besar kini lebih melirik kreator yang viral di media sosial daripada lulusan festival bergengsi seperti Sundance. Berdasarkan analisis kritikus Lily Hardman, situasi ini juga mengingatkan sebagian orang pada pergeseran seismik tahun 1969 saat film "Easy Rider" menggebrak box office dan melahirkan era New Hollywood.

Meski demikian, banyak pihak menilai kesamaan dengan era New Hollywood sangat kecil karena kedua sutradara muda tersebut tidak berniat merombak total industri. Secara naratif, "Backrooms" masih berutang budi pada gaya "The Blair Witch Project" hingga "Eraserhead", sementara "Obsession" banyak menarik kiasan dari "Fatal Attraction". Walau diproduksi dengan sangat baik, kedua film ini dinilai belum memiliki orisinalitas radikal seperti visi Francis Ford Coppola atau William Friedkin saat pertama kali muncul.

Satu hal yang pasti, Hollywood kini harus mengakui bahwa horor adalah genre yang sangat menguntungkan tanpa perlu modal ratusan juta dolar AS seperti film pahlawan super. Sebagai contoh ekstrem, "Obsession" yang baru memasuki minggu ketiga penayangan telah meraup pendapatan kotor sebesar 162 juta dolar AS. Jika menilik sejarah dari enam dekade lalu, film horor memang konsisten memberikan keuntungan berlipat ganda, mulai dari "Psycho" (1960) karya Alfred Hitchcock hingga "The Exorcist" (1973).

Dari pantauan redaksi, kesuksesan finansial ini juga berlanjut hingga tahun lalu lewat film horor vampir "Sinners" (2025) karya Ryan Coogler yang berjaya di box office sekaligus ajang Oscars. Keuntungan tinggi dengan risiko minim membuat genre horor seperti semesta "The Conjuring", "Saw", dan "Scream" menjadi mesin uang yang jauh lebih aman bagi investor dibandingkan film pahlawan super berbiaya besar seperti "The Marvels" (2023) yang justru mengalami kerugian katastrofik.

Berdasarkan situasi pasar saat ini, para eksekutif studio Hollywood diprediksi akan mulai mengalirkan dana besar-besaran ke genre horor dengan urgensi tinggi. Curry Barker bahkan telah menandatangani kontrak untuk membuat ulang "Texas Chainsaw Massacre". Kendati demikian, para penggemar film khawatir keserakahan Hollywood justru akan merusak kualitas genre ini dengan memproduksi film horor secara massal dan mengabaikan visi artistik para pembuat film mudanya.

// TOPICS
#film_horor #box_office #hollywood #kreator_youtube #backrooms #obsession #star_wars
Pemantau Berita & Tren 24/7

Redaksi Aridec Terfrain terdiri dari tim jurnalis dan editor yang berdedikasi menyajikan berita akurat dan terkini. Dengan latar belakang di berbagai bidang—dari seni, travel, hingga berita umum—kami bekerja tanpa lelah untuk menyaring informasi dan menyajikannya dalam format yang mudah dipahami. Kami percaya bahwa informasi berkualitas adalah hak setiap orang, dan itu adalah misi kami untuk menyediakannya.