Serial streaming Star Wars terbaru membuktikan bahwa visi Dave Filoni untuk alam semesta ini bekerja paling baik dalam ranah animasi. Sebelum akuisisi Lucasfilm oleh Walt Disney Studios pada tahun 2012, waralaba Star Wars tumbuh relatif kuat berkat keberhasilan serial animasi "The Clone Wars" yang dikembangkan oleh George Lucas dengan Dave Filoni sebagai showrunner. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, meskipun Lucas telah mundur dari saga tersebut, Filoni terus memiliki pengaruh dominan terhadap masa depan waralaba ini.
// RELATED STORIES
Dave Filoni merupakan kekuatan kreatif di balik "Ahsoka" dan ikut menciptakan "The Mandalorian" bersama Jon Favreau, hingga akhirnya ditunjuk sebagai Presiden Lucasfilm. Namun, dari pantauan redaksi, karya-karyanya tanpa keterlibatan langsung George Lucas kerap kali menderita masalah serupa, yakni terlalu banyak menghabiskan energi untuk memberikan petunjuk masa depan sehingga alur cerita terasa lambat. Filoni juga memiliki kebiasaan memasukkan karakter animasinya ke setiap sudut live-action, yang membuat musim-musim lanjutan "The Mandalorian" membingungkan bagi penonton yang tidak mengikuti "The Clone Wars" atau "Rebels".
Menurut kritikus film Liam Gaughan dari Far Out Magazine, Dave Filoni tampak keteteran dalam format live-action, seperti yang terlihat dari gaya visual "Ahsoka" yang hambar serta arah mengecewakan dari "The Mandalorian" dan "The Book of Boba Fett". Kendati demikian, Filoni tetap mempertahankan elemen terbaik dari era "The Clone Wars". Salah satu keputusan paling kontroversial di bawah arahan Lucas dahulu adalah menghidupkan kembali karakter Darth Maul yang tampaknya tewas oleh Obi-Wan Kenobi dalam "Star Wars: Episode I - The Phantom Menace". Kini, serial orisinal Disney+ berjudul "Maul – Shadow Lord" hadir untuk melanjutkan kisah mantan Sith asal Dathomir tersebut setelah Kekaisaran Galaksi (Galactic Empire) mengambil alih kekuasaan.
Berbeda dengan "The Clone Wars" yang berbentuk antologi atau "Rebels" yang ramah keluarga, "Maul – Shadow Lord" menjadi serial animasi Star Wars pertama yang menangkap sensasi kelam dan berpasir yang serupa dengan serial "Andor". Dalam cerita ini, Maul, yang kembali disuarakan oleh Sam Witwer, telah kehilangan segalanya setelah dikhianati oleh mantan tuannya, Darth Sidious, dan sindikat kriminalnya hancur total. Berdasarkan perkembangan karakternya, Maul yang awalnya hanya digambarkan sebagai senjata pembunuh kini bertransformasi menjadi pemimpin karismatik yang mencari muridnya sendiri.
Pascakematian saudaranya, Savage Oppress, Maul mengincar Devon, seorang murid Jedi Twi'lek yang selamat dari Order 66, yang dimainkan oleh Gideon Adlon. Devon bertahan hidup bersama masternya, Eeko-Dio Daki, yang diperankan oleh Denis Haysbert. Serial ini sangat diuntungkan oleh format thriller serial yang padat dan berfokus pada sedikit karakter. Seluruh peristiwa dibatasi di planet terpencil Janix, sebuah sarang aktivitas kriminal yang belum diambil alih oleh Galactic Empire. Dari pantauan redaksi, latar tempat ini berhasil mengeksplorasi dunia bawah tanah Star Wars yang melanggar hukum sekaligus menawarkan wawasan tentang bagaimana Jedi dan Sith mempertahankan nilai-nilai mereka.
Aliansi rumit demi bertahan hidup menjadi konsep yang memikat dalam serial ini. Berbeda dengan kerja sama Luke Skywalker dan Han Solo, dalam "Maul – Shadow Lord", musuh bebuyutan seperti Jedi dan Sith dipaksa membentuk gencatan senjata. Realitas yang muncul setelah Kekaisaran turun tangan menunjukkan bahwa fasisme mengubah semua orang menjadi korban, terlepas dari perbedaan ideologi mereka. Menurut analisis cerita, inti dari serial ini adalah pertempuran memperebutkan jiwa Devon; saat Daki ingin menyelesaikan pelatihan Jedi miliknya, Maul justru mendorong Devon untuk membalas dendam terhadap rezim yang mengeksekusi ordo mereka.
Secara visual, kualitas animasi serial ini mengalami peningkatan luar biasa dibandingkan gaya awal "The Clone Wars" yang kaku. Lingkungan sekitar tampak lebih bertekstur dengan ekspresi karakter yang hidup, bahkan gaya realisme khas Filoni sesekali digantikan oleh animasi yang lebih bergaya (stylized). Meskipun masih diwarnai banyak aksi lightsaber, gaya bertarung ini dinilai bekerja jauh lebih baik dalam format animasi dibandingkan dengan serial live-action seperti "The Acolyte". Melalui tepi alam semesta yang beradab, kebangkitan Maul dalam serial ini berhasil membuka peluang kreatif baru yang segar bagi saga Star Wars.