Aksi baku hantam yang melibatkan sejumlah warga negara asing (WNA) terjadi di kawasan Jalan Pantai Batu Bolong, Banjar Canggu, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali. Berdasarkan pantauan redaksi di media sosial Instagram, rekaman video amatir mengenai insiden memilukan ini mulai tersebar luas dan menjadi viral sejak Selasa sore.
// RELATED STORIES
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut menyebabkan situasi lalu lintas terkunci total saat keributan pecah tepat di depan kafe Gigi Susu yang sedang populer. Dari pengamatan tim redaksi, sejumlah mobil pribadi dan taksi terjebak di tengah kemacetan panjang akibat dikerumuni oleh warga serta petugas keamanan yang berusaha melerai aksi saling serang tersebut.
Menurut Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Sukadana, peristiwa itu terjadi pada Senin sore sekitar pukul 15.35 Wita. Insiden bermula saat seorang sopir taksi melintas dari arah selatan ke utara, lalu mendadak diludahi oleh salah satu dari tiga WNA yang tengah mengendarai sepeda motor matik besar.
"Sopir taksi ini nggak terima perlakuan bule itu sehingga dikejar itu, lalu menyalip motor para bule. Mereka berhenti lah di depan Gigi Susu," ujar Sukadana saat memberikan konfirmasi terkait kronologi kejadian di tempat perkara.
Situasi di lapangan langsung memanas ketika seorang WNA berbaju putih turun dari motornya dan secara agresif memukul kaca bagian belakang mobil taksi. Sopir taksi yang tidak terima kemudian turun dari kendaraannya hingga terlibat adu mulut yang sangat sengit dengan warga negara asing tersebut.
"Rekan WNA yang berbaju hitam sebenarnya sempat berupaya melerai perselisihan itu, namun situasi di lapangan tetap saja memanas," tutur Kompol I Ketut Sukadana menambahkan mengenai ketegangan yang sempat terjadi di lokasi.
Meskipun ketegangan sempat mereda pada pukul 15.37 Wita, emosi kembali tersulut saat sopir taksi tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah salah satu WNA berbaju hitam yang hendak pergi. Menurut Sukadana, tindakan ini memicu serangan balasan dari kelompok WNA sehingga baku hantam besar tidak dapat terhindarkan lagi.
Melihat perkelahian tersebut, sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) yang berada di lokasi langsung ikut merapat dan terlibat dalam keributan massal. Beruntung, petugas keamanan dari pihak kafe Gigi Susu atas nama Kanis, Donis, dan Kris langsung turun tangan hingga akhirnya kedua belah pihak membubarkan diri.