Sebuah sumur yang menyimpan mitos unik tersembunyi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Sumur yang dikenal dengan nama Sumur Puter ini berlokasi di Desa Langgardalem, Kecamatan Kudus, dan dipercaya oleh sebagian masyarakat memiliki kekuatan magis untuk mengembalikan barang atau anggota keluarga yang dinyatakan hilang.
// RELATED STORIES
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, khususnya dalam unggahan akun TikTok @jeda.baca, Sumur Puter konon merupakan salah satu peninggalan dari Sunan Kudus saat menyebarkan dakwah Islam di tanah Jawa. Mitosnya, siapapun yang kehilangan sesuatu cukup berputar mengelilingi sumur ini sambil memanjatkan doa agar apa yang pergi dapat kembali.
Dari pantauan redaksi di lapangan, lokasi Sumur Puter ini tersembunyi di balik gang sempit permukiman warga dan berjarak sekitar 500 meter dari Masjid Menara serta Makam Sunan Kudus. Keberadaannya berada di dalam bangunan bekas gudang pabrik rokok yang sudah tidak terawat dan dipenuhi semak belukar.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, penampakan fisik sumur tersebut kini hanya berupa pipa paralon yang menyembul dari dalam tanah. Para pengunjung yang datang biasanya mengambil air dari sumur ini dengan cara disedot menggunakan bantuan mesin pompa air.
Menurut penjelasan pemangku Sumur Puter, Mohammad Romza, sumur ini merupakan hadiah dari Sunan Kudus atau Jafar Shodiq untuk masyarakat. Menurut cerita turun-temurun yang diterimanya, mata air tersebut mulanya terbentuk dari tongkat Sunan Kudus yang ditancapkan ke tanah untuk bekal warga yang hendak pergi berperang.
"Sumur puter ini, menurut yang saya terima dari pemangku dulu, sumur hadiah dari Sunan Kudus untuk masyarakat waktu membutuhkan kehidupan, air untuk bekal masyarakat sebagai bekal pulang berperang," kata Romza saat memberikan keterangan.
Romza juga menambahkan bahwa area di sekitar sumur tersebut dulunya merupakan tempat pemeliharaan kuda milik Sunan Kudus. Berdasarkan sejarah lisan tersebut, air dari sumur ini pada zaman dahulu juga digunakan untuk merawat hewan tunggangan sang wali.
Ketika disinggung mengenai mitos kemampuan sumur untuk mengembalikan barang atau orang yang hilang, Romza mengaku secara pribadi belum pernah dimintai tolong oleh warga terkait hal tersebut. Dari pengamatannya, mayoritas masyarakat yang datang berkunjung biasanya memiliki tujuan lain.
"Kalau masalah yang hilang itu mungkin arah dari orang tua, coba diputar yang hilang bisa kembali lagi. Saya yakin tidak cuman itu saja. Saya sebagai pemangku, untuk diminta seperti barang hilang itu tidak pernah," ujar Romza menegaskan.
Menurut Romza, masyarakat setempat lebih sering memanfaatkan area sumur untuk kepentingan acara adat seperti hajatan atau bancakan. Warga yang datang biasanya berniat memanjatkan doa restu dan bertawasul melalui peninggalan Sunan Kudus tersebut, misalnya saat anak mereka hendak menempuh pendidikan di perguruan tinggi.