Umat Hindu di Provinsi Bali kembali menggelar tradisi leluhur ritual Ngelawang dalam rangka memperingati Hari Raya Galungan. Berdasarkan pantauan redaksi di lapangan, antusiasme masyarakat dan wisatawan sangat tinggi dalam menyaksikan kebudayaan sakral yang terus dijaga kelestariannya secara turun-temurun ini.
// RELATED STORIES
Menurut informasi yang dihimpun, tradisi Ngelawang ini melibatkan pementasan Barong Bangkung yang diarak dengan cara berkeliling dari satu kampung ke kampung lainnya. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa prosesi ini diikuti oleh sekelompok warga dan pemuda setempat yang memainkan alat musik tradisional pengiring dengan penuh khidmat.
Ritual Ngelawang ini tidak sekadar menjadi tontonan seni budaya, melainkan memiliki esensi spiritual yang sangat mendalam bagi kearifan lokal masyarakat setempat. Barong Bangkung yang diarak keliling desa tersebut diyakini bertindak sebagai simbol pelindung untuk menolak bala serta menetralisir segala bentuk aura negatif.
Melalui pelaksanaan tradisi yang rutin digelar setiap perayaan Galungan ini, diharapkan keharmonisan lingkungan dan kedamaian masyarakat Bali tetap terjaga. "Langkah ini merupakan bagian penting dari upaya kolektif kami untuk merawat warisan leluhur di tengah arus modernisasi," ujar salah satu tokoh adat setempat saat ditemui di lokasi acara.