Pernyataan mengenai "kritik musik telah mati" kini menjadi makanan sehari-hari bagi para jurnalis musik profesional yang bekerja keras menjaga integritas mereka. Dari pantauan redaksi, kegelisahan ini semakin memuncak setelah musisi peraih penata Grammy, James Blake, melontarkan kritik tajam yang dinilai menyudutkan para pekerja media independen melalui media sosialnya.
// RELATED STORIES
Setelah lebih dari satu dekade berada di bawah sistem label besar dan berkolaborasi dengan musisi papan atas seperti Beyoncé hingga Kendrick Lamar, James Blake menggunakan platformnya untuk membongkar kebobrokan sistem. Namun, pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa sang produser asal Enfield tersebut kini bertindak terlalu jauh dengan menyebut seluruh elemen industri telah dipalsukan.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya, James Blake menuliskan poin-poin keresahannya. "Anda tidak bisa mempercayai ulasan karena blog atau majalah sudah berhenti menghasilkan uang, sehingga jurnalis sekarang dibayar oleh label," tulisnya. Ia juga menyoroti manipulasi kolom komentar di media sosial, angka pemutaran digital, hingga dominasi kecerdasan buatan (AI) yang kian marak di tahun 2026.
Menurut jurnalis Far Out, Rachael Pimblett, tuduhan Blake memang memiliki dasar kebenaran terkait hegemoni ekonomi label besar yang mampu memanipulasi pasar. Kendati demikian, menyamaratakan semua jurnalis sebagai pihak yang korup adalah sebuah kesalahan besar. Faktanya, masih banyak publikasi independen yang menolak bekerja sama demi keuntungan komersial dan tetap mempertahankan kejujuran ulasan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, Blake kemudian memberikan klarifikasi setelah menerima banyak kritik balik dari komunitas jurnalis. "Tidak semua jurnalis dibayar atau diberikan fasilitas untuk kritik mereka," ujar Blake dalam unggahan berikutnya, meskipun ia tetap bersikeras bahwa praktik tersebut telah menurunkan nilai dari keahlian jurnalisme itu sendiri.
Di tengah gempuran konten buatan AI dan rekayasa pemasaran, keberadaan kritikus independen justru menjadi benteng terakhir untuk menjaga nilai keaslian sebuah karya seni. Tuduhan generalisasi dari figur publik seperti Blake dikhawatirkan dapat mengikis kepercayaan publik terhadap para penulis yang saat ini justru sedang berjuang keras demi kelangsungan industri musik yang sehat.