Aridec Terfrain Aridec Terfrain
/home / seni / Sutradara Senior Hollywood Antusias...
SENI

Sutradara Senior Hollywood Antusias Sambut Kecerdasan Buatan

by Maya Kartika Dewi ⎯ 2 min read ⎯ 25 Juni 2026
Sutradara senior Hollywood Martin Scorsese dan Paul Schrader yang mendukung penggunaan teknologi AI

Sutradara senior Hollywood Martin Scorsese dan Paul Schrader yang mendukung penggunaan teknologi AI

Tren menarik sedang melanda industri perfilman global saat ini. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, sejumlah sineas legendaris Hollywood yang telah berusia di atas 70 tahun justru tidak ragu untuk menunjukkan ketertarikan besar mereka terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di dunia sinema.

Menurut penulis skenario Taxi Driver, Paul Schrader, efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi ini sangat memukau setelah dirinya bereksperimen dengan ChatGPT. "Mengapa penulis harus duduk berbulan-bulan mencari ide bagus ketika AI dapat menyediakannya dalam hitungan detik?" ujar Schrader saat mengungkapkan pengalamannya.

Dari pantauan redaksi, langkah yang lebih mengejutkan diambil oleh sutradara ikonik Martin Scorsese. Dirinya dikabarkan bergabung sebagai penasihat untuk sebuah perusahaan rintisan AI yang berfokus pada pembuatan papan cerita (storyboard), sebuah keputusan yang menuai reaksi keras karena dinilai mengancam pekerjaan para seniman visual tradisional.

Sutradara papan atas lain seperti Ridley Scott dan James Cameron juga mulai mengintegrasikan teknologi ini dalam karya mereka. Ridley Scott memanfaatkan AI untuk merender badak dalam film Gladiator 2, sementara James Cameron memilih untuk mempelajari teknologi tersebut secara bijak demi mendukung seni visualnya tanpa harus menggantikan peran aktor manusia.

Sikap para sutradara senior ini sangat kontras dengan pandangan generasi muda. Berdasarkan penuturan Kane Parsons, sutradara berusia 20 tahun yang sukses menggarap film Backrooms, penggunaan AI generatif saat ini sangat sulit didiskusikan secara objektif karena ada begitu banyak konsekuensi berbahaya yang sudah mulai terjadi di lapangan.

Banyak pihak menilai para pesohor tua ini sangat nyaman mendukung AI karena mereka tidak akan menanggung konsekuensi jangka panjangnya, seperti ancaman pengangguran massal bagi sineas muda. Karya-karya hebat mereka telah diakui dunia sejak era 1970-an, sehingga keterlibatan mereka dengan AI saat ini tidak akan merusak warisan seni yang telah mereka bangun.

// TOPICS
#hollywood #kecerdasan_buatan #martin_scorsese #paul_schrader #sutradara_film #sains_dan_teknologi
Jurnalis Budaya & Seni Kontemporer

Maya Kartika Dewi telah menjelajahi dunia seni selama lebih dari satu dekade. Dari galeri bawah tanah di Berlin hingga festival seni jalanan di Yogyakarta, ia menulis tentang seni sebagai bahasa universal yang menyatukan perbedaan. Kecintaannya pada seni rupa kontemporer dan teater eksperimental membuat tulisannya selalu segar dan penuh perspektif baru. Maya percaya bahwa setiap karya seni punya cerita yang layak didengar.