Pemerintah Kuwait bergerak cepat dalam menghadapi situasi darurat akibat guncangan hebat dari serangan udara yang menghantam sejumlah fasilitas vital negara, termasuk Bandara Internasional Kuwait. Serangan yang diluncurkan menggunakan kombinasi rudal balistik dan pesawat tanpa awak atau drone tersebut memicu kerusakan parah pada infrastruktur penting negara, serta mengakibatkan satu orang tewas dan lebih dari 60 orang lainnya mengalami luka-luka.
// RELATED STORIES
Merespons situasi krisis tersebut, Kementerian Luar Negeri Kuwait secara tegas menyatakan penolakan kategoris atas tindakan yang mereka sebut sebagai agresi yang terang-terangan. Berdasarkan pantauan redaksi, serangan hebat yang menghantam Terminal 1 Bandara Internasional Kuwait sempat melumpuhkan total seluruh aktivitas penerbangan sipil dari dan menuju negara tersebut.
Menurut laporan Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait, pihaknya langsung mengaktifkan rencana darurat sesaat setelah ledakan di Terminal 1 terjadi guna mengevakuasi korban luka dan meminimalisir dampak kerusakan parah pada fasilitas utama bandara. Seluruh jadwal penerbangan domestik maupun internasional sempat ditangguhkan, sementara pesawat yang tengah mengudara menuju Kuwait terpaksa dialihkan ke bandara alternatif di negara tetangga.
Dari pengamatan tim redaksi, Perdana Menteri Kuwait, Sheikh Ahmad Abdullah Al-Ahmad Al-Sabah, langsung meninjau reruntuhan di Terminal 1 pasca-insiden maut tersebut. Dalam kunjungan kerja darurat itu, PM Sheikh Ahmad menginstruksikan jajarannya untuk segera memulai proses perbaikan dan rehabilitasi struktur bangunan agar Terminal 1 bisa kembali beroperasi melayani masyarakat sesegera mungkin.
Berdasarkan laporan detail yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Kuwait, serangan di Terminal 1 secara spesifik dihantam oleh beberapa pesawat nirawak yang sengaja ditargetkan ke area vital hingga mengakibatkan kerusakan material yang sangat signifikan. Melalui pengamatan di lapangan, tim teknis kini telah dikerahkan untuk membersihkan puing-puing dan menilai kekuatan struktur bangunan yang tersisa.
Sebagai bentuk tanggung jawab atas kekacauan jadwal massal ini, pihak manajemen maskapai Kuwait Airways mengumumkan kebijakan khusus yang meringankan para pelanggan setianya. Maskapai memberikan fleksibilitas penuh kepada seluruh penumpang untuk mengubah jadwal atau melakukan reschedule, serta membatalkan penerbangan secara gratis tanpa dikenakan biaya sepeser pun untuk tiket yang terdampak.