Reimajinasi mitologi Masters of the Universe oleh sutradara Travis Knight terbukti tampil jauh lebih baik daripada yang diperkirakan untuk sebuah film yang diangkat dari produk Mattel. Mengingat asal-usulnya yang merupakan mainan aksi dan komik anak-anak, adaptasi layar lebar ini tidak terjebak dalam nostalgia semata, melainkan berhasil membuka ruang kreativitas yang luas dalam dunia fantasi kosmik.
// RELATED STORIES
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Travis Knight yang dikenal lewat karyanya bersama Laika Studios berhasil meracik nada film yang pas untuk rilisan tahun 2026 ini. Meskipun film ini menyadari betapa konyolnya premis yang diusung, penyajiannya tetap terasa tulus di tengah tren film modern yang sering kali terlalu sinis.
Kisah dimulai ketika King Randor yang diperankan oleh James Purefoy digulingkan dari takhta tanah mitis Eternia oleh Lord Skeletor jahat yang dimainkan oleh Jared Leto. Akibat kekacauan ini, para pahlawan tercerai-berai, dan Duncan sang Man-At-Arms yang diperankan Idris Elba terpaksa melarikan diri.
Menurut plot cerita, putra Randor yang bernama Adam dan diperankan Nicholas Galitzine dibesarkan di Bumi dengan pengetahuan minimal tentang masa lalunya. Setelah bertemu kembali dengan teman masa kecilnya, Teela yang diperankan Camila Mendes, Adam memulai misi untuk merebut kembali Sword of Power demi menyelamatkan Eternia yang menderita di bawah kekuasaan Lord Skeletor.
Dari pantauan redaksi, keputusan Knight untuk membentuk karakter Adam sebagai pahlawan yang antusias namun bingung, serta menonjolkan welas asihnya, merupakan langkah yang sangat tepat. Hal ini berhasil memaksimalkan karisma alami yang dimiliki oleh Nicholas Galitzine.
Secara visual, Eternia digarap dengan CGI yang konsisten dan dipenuhi makhluk-makhluk aneh, set megah, serta detail fantasi eksotis sehingga tidak tampak seperti sekadar potongan layar hijau. Pengalaman Knight dalam film animasi seperti "Kubo and the Two Strings" sangat terlihat pada desain karakter dan kostum menarik yang menghidupkan suasana ala kartun.
Meskipun film berdurasi 141 menit ini tidak menawarkan banyak kejutan naratif dan menjadikan Sword of Power sebagai MacGuffin biasa, alurnya tetap terasa cepat berkat selipan komedi yang segar. Selain itu, aransemen musik rock yang megah dari Daniel Pemberton yang dibantu solo gitar memukau oleh Brian May dari Queen semakin menambah aura spektakuler dalam film ini.
Kejutan terbesar datang dari performa luar biasa para jurnalis sebut sebagai penampilan total dari Idris Elba dan Jared Leto. Sementara Elba memberikan dimensi emosional yang kuat pada karakter Duncan, Jared Leto justru tampil sangat cocok sebagai penjahat konyol namun kejam, yang disebut-sebut sebagai salah satu performa terbaik dalam kariernya.