Rute penerbangan langsung (direct flight) maskapai Indonesia AirAsia dari Jakarta menuju dua destinasi populer di Asia Tenggara, yaitu Singapura dan Bangkok, terpantau hilang dari sistem pemesanan resmi. Perubahan mendadak ini memicu pertanyaan dari para calon penumpang yang selama ini mengandalkan rute tersebut untuk perjalanan bisnis maupun wisata.
// RELATED STORIES
Berdasarkan pantauan redaksi pada sistem pemesanan di situs web resmi AirAsia, layanan penerbangan langsung untuk rute Jakarta-Singapura dan Jakarta-Bangkok sudah tidak tersedia lagi. Sebagai gantinya, pihak maskapai saat ini hanya menyediakan pilihan penerbangan transit bagi para calon pelancong yang ingin menuju ke kedua negara tersebut.
Dari pengamatan tim redaksi, para penumpang AirAsia yang memilih rute penerbangan tersebut sekarang diwajibkan untuk melakukan satu kali transit di Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi akhir. Kebijakan operasional yang baru ini secara langsung menambah durasi perjalanan bagi para konsumen.
Menanggapi situasi tersebut, manajemen Indonesia AirAsia memberikan penjelasan resmi terkait alasan di balik penghentian layanan penerbangan langsung dari Ibu Kota. Pihak maskapai menuturkan bahwa penyesuaian jadwal pada sejumlah penerbangan domestik dan internasional terpaksa dilakukan sebagai langkah mitigasi operasional, menyusul perkembangan situasi geopolitik global.
Menurut manajemen, kondisi geopolitik saat ini telah memberikan dampak yang signifikan terhadap operasional penerbangan di beberapa wilayah serta jaringan penerbangan regional. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada rincian lebih lanjut mengenai rute penerbangan Indonesia AirAsia mana saja yang ikut terdampak oleh dinamika global tersebut.
"Keselamatan dan keamanan penerbangan selalu menjadi prioritas utama kami. Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga keandalan operasional sekaligus memastikan seluruh penerbangan tetap beroperasi sesuai standar keselamatan yang berlaku," kata Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama Indonesia AirAsia, Capt. Achmad Sadikin Abdurachman dalam keterangan resminya.
Berdasarkan keterangan dari Capt. Achmad Sadikin Abdurachman, penyesuaian jadwal dilakukan secara selektif pada sejumlah penerbangan yang paling terdampak oleh perubahan kondisi operasional. Pihak Indonesia AirAsia mengklaim telah mengirimkan pemberitahuan tertulis secara langsung kepada seluruh penumpang yang terdampak melalui kanal komunikasi resmi mereka.
Bagi para konsumen yang mengalami pembatalan jadwal atau perubahan rute penerbangan langsung ini, maskapai menyediakan opsi pengembalian dana. Menurut informasi dari manajemen, para penumpang dapat memantau proses pengembalian dana (refund) tersebut secara berkala melalui aplikasi AirAsia MOVE setelah mereka mendapatkan nomor kasus resmi.
Pihak Indonesia AirAsia menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi geopolitik serta melakukan penyesuaian operasional lanjutan apabila diperlukan di masa mendatang. "Indonesia AirAsia memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul serta mengapresiasi pengertian dan dukungan seluruh pelanggan," tutur Achmad mengakhiri pernyataannya.