Menjadi penggemar berat grup rock legendaris Oasis berarti harus terbiasa dengan berbagai kontradiksi yang terjadi di dalamnya. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, meskipun karya musik mereka dinilai sarat akan kejujuran, pernyataan yang dilontarkan oleh Gallagher bersaudara di luar panggung sering kali sulit untuk diselaraskan satu sama lain, mulai dari anekdot liar hingga pengakuan tentang selera musik mereka.
// RELATED STORIES
Salah satu contoh kontradiksi nyata terlihat ketika Noel Gallagher pernah menyatakan bahwa dirinya sangat membenci pertunjukan kecil. Menurut pengakuannya terdahulu, kemegahan panggung besar dengan berkumpulnya puluhan ribu orang adalah tempat terbaik untuk menikmati magis Oasis. Dari pantauan redaksi, sejarah mencatat bahwa sejak tahun 1996, Oasis memang telah diarahkan untuk menjadi band penguasa stadion besar, seperti yang dibuktikan lewat konser bersejarah mereka di Knebworth.
Namun, sebuah fakta menarik terungkap sebelum Oasis membuktikan diri kembali sebagai raja stadion dalam tur reuni masif mereka baru-baru ini. Berdasarkan laporan yang dihimpun pada tahun 2021, Noel Gallagher justru sempat melontarkan pernyataan yang bertolak belakang. "Saya pernah melakukan pertunjukan rock stadion, dan saya pikir saya tidak mampu melakukannya lagi. Di tengah tur pertama saya, saya berhasil menjual habis tiket O2, dan itu tidak terasa begitu nyaman bagi saya," ungkap Noel Gallagher.
Noel Gallagher kemudian membeberkan alasan emosional di balik ketidaknyamanannya tersebut. "Pertama, karena saya merasa belum layak mendapatkannya, dan kedua, saya pikir orang-orang datang hanya untuk melihat "pria dari Oasis" dan berharap dia membawakan delapan lagu populer tersebut. Kenyataannya tentu saja tidak saya lakukan, dan saya tidak pernah bermain di sana lagi sejak saat itu," tuturnya menambahkan.
Menurut analisis tim redaksi, pernyataan tersebut terlontar ketika Noel Gallagher sedang fokus dengan proyek solonya, High Flying Birds. Penolakan sementaranya terhadap panggung stadion berakar dari keinginan kuat untuk lebih dihargai sebagai artis solo yang mandiri, bukan sekadar menjadi band penghormatan bagi masa lalu Oasis. Dari pantauan redaksi saat ini, setelah waktu berlalu dan rasa hormat yang ia dambakan telah tercapai, Noel akhirnya memilih kembali bersanding dengan saudaranya untuk mengguncang stadion-stadion terbesar di dunia.