Fenomena langit menakjubkan berupa bulan purnama raksasa atau Supermoon dijadwalkan akan melintasi dan terlihat jelas di langit Indonesia. Berdasarkan data astronomi, momen langka ini diprediksi menjadi salah satu pemandangan malam yang paling dinantikan oleh para pencinta ilmu falak maupun masyarakat umum di tanah air.
// RELATED STORIES
Menurut penjelasan dari peneliti utama Pusat Riset Antariksa, Badan Riset Inovasi Nasional "BRIN", Thomas Djamaluddin, fenomena kali ini dipastikan menjadi yang terbesar. "Supermoon adalah yang terbesar karena berada pada jarak terdekat, 357.000 km dari rata-rata 384.000 km," kata Thomas saat memberikan keterangan resminya kepada media.
Peristiwa alam yang memukau ini melengkapi rangkaian fenomena serupa yang sempat muncul di bulan-bulan sebelumnya. Namun, Thomas mengingatkan bahwa keberhasilan masyarakat dalam menyaksikan keindahan fenomena langit ini akan sangat bergantung pada faktor cuaca lokal, di mana kondisi langit harus benar-benar cerah dan bebas dari kepulan awan tebal maupun intensitas hujan.
Merespons antusiasme publik yang tinggi, Planetarium & Observatorium Jakarta yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, berinisiatif membuka kesempatan bagi 300 peserta untuk melakukan pengamatan bersama. Melalui sebuah kegiatan edukatif bertajuk "Piknik Malam bersama Supermoon", pihak pengelola menyediakan fasilitas pengamatan langsung menggunakan peralatan teleskop canggih.
Dari pantauan redaksi, agenda menarik ini tidak hanya berfokus pada pengamatan luar angkasa semata, melainkan juga menyajikan serangkaian acara edukatif lainnya seperti talk show bertema astronomi serta pertunjukan khusus di dalam Planetarium Mini. Kegiatan ini dirancang secara interaktif guna memberikan pengalaman langsung yang berkesan bagi masyarakat ibu kota.
Edukator Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta UP PKJ TIM, Muhammad Rayhan, menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara ini diselenggarakan secara berkala pada malam hari. "Kegiatannya hanya sampai jam sembilan malam, jadi peserta tidak perlu membawa apa-apa," ujar Rayhan menerangkan batasan waktu operasional kegiatan tersebut.
Berdasarkan informasi pihak penyelenggara, kuota masuk dibagi menjadi dua kategori akses khusus, yakni Tiket Supermoon untuk 120 orang dan Tiket Bulan untuk 180 orang. Pemegang Tiket Supermoon mendapatkan fasilitas lengkap termasuk sesi simulasi langit malam berdurasi 30 menit di dalam proyektor kubah portabel atau inflatable dome.
Dari pengamatan tim redaksi, pembagian sesi untuk pertunjukan dalam Planetarium Mini ini sengaja dipecah menjadi beberapa jadwal terpisah sejak sore hari. Pengaturan ini diterapkan demi menjaga kenyamanan serta memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama dalam menikmati keindahan visual luar angkasa.