Aridec Terfrain Aridec Terfrain
/home / travel / Dugaan Pungli Pantai Watulawang...
TRAVEL

Dugaan Pungli Pantai Watulawang Gunungkidul Ditindak Tegas

by Bagas Prakarsa ⎯ 2 min read ⎯ 01 Juni 2026
Kawasan wisata Pantai Watulawang di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta

Kawasan wisata Pantai Watulawang di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta

Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bergerak cepat menindaklanjuti keluhan para wisatawan mengenai adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) di kawasan destinasi wisata Pantai Watulawang, Tepus. Berdasarkan pantauan redaksi, respons cepat ini diambil setelah sebuah rekaman video yang mengeluhkan pungutan tidak resmi tersebut menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Dalam video yang beredar luas tersebut, tampak sejumlah wisatawan yang hendak memasuki area Pantai Watulawang dimintai sejumlah uang dengan dalih seikhlasnya oleh oknum tertentu. Menurut pengamatan tim redaksi, insiden digital ini memicu perbincangan hangat dan keresahan di kalangan netizen serta calon pelancong yang berencana mengunjungi wilayah pesisir selatan Yogyakarta tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan mendalam mengenai peristiwa itu. Berdasarkan informasi internal yang masuk, Hary mengakui bahwa kejadian pungutan informal di lokasi tersebut disinyalir telah terjadi berulang kali, sehingga diperlukan langkah penertiban yang tegas dan permanen.

Sebagai langkah konkret untuk memastikan kenyamanan pengunjung, pemerintah daerah berkomitmen penuh agar tindakan serupa tidak kembali terulang di masa depan. "Kami sudah koordinasi dengan Satpol PP Gunungkidul," ujar Hary Sukmono saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada hari Senin.

Selain melakukan koordinasi lintas instansi, pihak dinas juga intens menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kelurahan Tepus guna mengusut tuntas temuan ini. Menurut pantauan redaksi, tim gabungan yang terdiri dari unsur Satpol PP bersama jajaran Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan sidak dan mediasi lapangan.

"Pol PP dan Diparekrafpora ke lokasi," tambah Hary guna menegaskan keseriusan pemerintah dalam mengawal citra pariwisata daerah yang bersih, ramah, dan transparan bagi semua kalangan.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus berupaya melakukan perbaikan menyeluruh terhadap kualitas pelayanan wisatawan secara berkelanjutan. Langkah modernisasi terus digalakkan, salah satunya dengan mempercepat implementasi sistem pembayaran nontunai atau cashless guna meminimalisasi celah transaksi ilegal di pintu masuk objek wisata.

Menurut Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Nanang Putranto, masyarakat dan wisatawan kini dapat mengadukan segala bentuk kejanggalan melalui layanan aduan cepat. Pihaknya secara resmi membuka saluran hotline pengaduan khusus melalui nomor WhatsApp 085138792194.

"Kami siap menampung dan menindaklanjuti laporan. Untuk laporan bisa tentang keluhan wisatawan, kritik dan saran pengembangan destinasi, dan juga masukan peningkatan kualitas," pungkas Nanang saat menjelaskan komitmen transparansi layanan pariwisata Gunungkidul.

// TOPICS
#gunungkidul #pantai_watulawang #pungutan_liar #wisata_yogyakarta #satpol_pp #dinas_pariwisata
Penjelajah & Penulis Perjalanan

Bagas Prakarsa adalah seorang travel writer yang telah mengunjungi lebih dari 40 negara. Dari puncak Himalaya hingga pantai tersembunyi di Pasifik, ia menulis bukan hanya tentang destinasi, tapi tentang pengalaman dan pertemuan dengan manusia-manusia menarik di perjalanan. Dengan kamera dan buku catatan sebagai sahabat setia, Bagas membagikan cerita perjalanan yang menginspirasi pembaca untuk berani melangkah keluar dari zona nyaman.