Teknologi kedirgantaraan global bersiap memasuki era baru yang revolusioner. Badan Penjelajahan Antariksa Jepang (JAXA) dilaporkan tengah mengembangkan pesawat jet penumpang hipersonik masa depan yang dirancang untuk memangkas waktu tempuh perjalanan udara antarbenua secara drastis. Pesawat jet inovatif ini diklaim mampu melesat hingga dua setengah kali lebih cepat daripada pesawat supersonik legendaris, Concorde.
// RELATED STORIES
Berdasarkan pantauan redaksi terhadap jalannya perkembangan teknologi penerbangan, tim peneliti JAXA telah berhasil melakukan simulasi kondisi penerbangan pada kecepatan Mach 5, atau setara dengan lima kali kecepatan suara. Pengujian mutakhir tersebut dilaksanakan di dalam fasilitas uji mesin ramjet milik Pusat Antariksa Kakuda JAXA yang berlokasi di Prefektur Miyagi, Jepang.
Menurut laporan dari Interesting Engineering, model pesawat eksperimental tersebut ditempatkan di bawah tekanan simulasi atmosfer yang sangat ekstrem. Dari pengamatan tim redaksi, uji coba ini dinyatakan sukses besar setelah memvalidasi beberapa sistem krusial, termasuk kemampuan struktur pesawat bertahan di bawah suhu ekstrem yang melonjak mendekati 1.000 derajat Celsius akibat gesekan udara.
Selain ketahanan suhu, jet Mach 5 ini juga menunjukkan stabilitas aerodinamis yang solid serta sistem pembakaran mesin yang bekerja konstan. Fase berikutnya dari program ambisius ini adalah memasang pesawat eksperimental pada roket pendorong untuk demonstrasi penerbangan sungguhan di atmosfer bumi dalam waktu dekat. Jika berhasil dikomersialkan, penerbangan Tokyo menuju Amerika Serikat yang biasanya memakan waktu 12 jam akan dipangkas menjadi hanya 2 jam saja.
Kemampuan luar biasa ini terjadi karena pesawat akan melesat dengan kecepatan sekitar 3.300 mph atau 5.310 km/jam pada ketinggian 17 mil di lapisan stratosfer untuk menghindari hambatan udara tebal. Namun, masyarakat dunia tampaknya masih harus bersabar untuk bisa menikmati fasilitas super cepat ini secara reguler.
Berdasarkan penuturan Hideyuki Taguchi, seorang profesor dari Tokyo University of Science, proyek ini membutuhkan waktu yang cukup panjang. "Mengembangkan pesawat konvensional saja biasanya membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Karena pengembangan pesawat penumpang hipersonik membutuhkan dua tahap demonstrasi, pesawat eksperimental diikuti oleh pesawat penumpang utuh, kami berharap pengembangannya dapat selesai dalam waktu sekitar 20 tahun ke depan," ujarnya.
Persaingan jet super cepat ini dipastikan berjalan ketat di panggung global. Jepang tidak sendirian, sebab badan antariksa Amerika Serikat (NASA) melalui pesawat eksperimental X-59 serta perusahaan Boom Supersonic dengan jet XB-1 juga terus melakukan uji terbang demi mengatasi tantangan efisiensi bahan bakar dan meredam dentuman sonik.